*Tersenyum Dalam Kesedihan-1*

Tersenyum dalam kesedihan-1″
By : Cakmoes2

Apakah aku baru tahu atau sudah lama tahu bahwa hidup ini penuh dengan kejadian, bahkan yang diluar pikiran..

Aku lupa..
Kukira orang berbicara bahasa Inggris sedang ngomong ngawur tidak karuan…
Kukira hidup ini hanya ada aku dan yang di sekitarku…
Ternyata bukan mereka yang aneh tetapi akulah yang belum paham..

Disana sedikit kupahami, tidak semua asa musti nyata adanya..
Acap yang seharusnya terjadi tidak ada, eh.. Malahan yang tidak diduga menyapa..

Ada yang bilang bahwa bahtera tak mungkin melewati daratan…. Tak pahamlah apa artinya itu..

Memaksakan, apa yang dipaksakan? Tak tahulah apa itu. Mungkin karena terlalu banyaknya dan menempel sehingga tak tampak…
Seperti mustahilnya melihat bentuk bangunan jika berada di dalamnya…

Pernah mencoba memahami beda ingin dan butuh….
Katanya jika itu kebutuhan pasti bakal diberi, namun jika keinginan tentu harus siap menderita. Why? Ya karena kita telah menciptakan permainan baru yang keji…

Belajar tentang bahtera yang berjalan di darat menjadi ingat tentang mampu dan tidak mampu.. Tentang legowo dan ngoyo… Tentang menerima dan mengeluh

Tetapi tidaklah, ini bukan tentang bisa dan tidak bisa..
Bukan tentang mampu dan tidak mampu, tetapi tentang mau dan tidak mau..

Ya tentu setelah bersepakat, lalu bersungguh2 maka dapatlah… Jika bersungguh2, bahtera pun bisa berjalan di daratan..

Namun…
Sampai kini aku pun belum paham mana yang keinginan dan mana kebutuhan..
Haruskah kupahami lagi?
Pentingkah memahaminya?
Sementara tidak ada yang mustahil bisa terjadi di bumi bulat ini

Tetapi apapun kejadiannya, kukan tetap tersenyum…
Dalam kesedihan pun akan terus tersenyum..

Karena kuingin menjadi orang yang pandai bersyukur..
Kuingin menjadi bukti bahwa hidup dan mati yang adalah ujian ini bisa dinetralisasi dengan syukur..

Betapa mahalnya hidup ini dan betapa ruginya jika dijalani tanpa rasa syukur kepada yang memberinya..

(Medio : Denpasar 00.10/06042018)

Seorang penulis dan blogger dengan sudut pandang yang banyak dibilang “mbeling”, sekaligus seseorang yang berobsesi untuk menjadi pengusaha dengan jalan ilahiah dan rosulillah

Previous

Next

Submit a Comment

Your email address will not be published.