Pelantikan Jenderal (Purn) Sebagai KSP

????

HKTI.ONLINE – Seperti biasa, sejak Kamis (18/1) subuh pun, WA Grup Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) sudah ramai dengan berbagai tulisan dari anggotanya. Namun di antara semuanya, ada tulisan pendek yang memiliki makna khusus. Tulisan itu di-upload oleh Sekretaris Jenderal HKTI, Mayjen (Purn) Bambang Budi Waluyo, sekitar pukul 06.00 Wib.

“Rekan rekan sekalian, Terima kasih atas doa dan dukunganya, walau sy di KSP tetapi sy masih mencintai HKTI dan UMKM dan selalu bersama teman teman. Jenderal Purn. Moeldoko.”

Singkat namun jelas bahwa Ketua Umum HKTI, Jenderal (Purn) Moeldoko, menegaskan komitmennya untuk tetap bersama HKTI. “Itu penyampaian Ketum, semoga menjadi penyemangat kerja rekan-rekan HKTI. Terus Semangat !!!,” tulis sekjen HKTI.

Pada Rabu (17/1) di Istana Negara, Presiden Joko Widodo melantik mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purnawirawan) Moeldoko sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) menggantikan Teten Masduki.

Moeldoko dilantik bersama Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham yang menggantikan Khofifah Indar Parawansa sebagai menteri sosial.

Selama ini karier Moeldoko memang identik dengan pengabdiannya di TNI Angkatan Darat. Puncak kariernya di TNI AD adalah saat dia menjabat sebagai Kepala Staf TNI AD pada 20 Mei hingga 30 Agustus 2013.

Setelah itu, Moeldoko kemudian ditunjuk presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono untuk naik pangkat dan menjadi panglima TNI. Alumnus Akabari angkatan 1981 ini menggantikan Laksamana Agus Suhartono saat ditunjuk sebagai orang nomor satu di TNI.

Usai pensiun dari militer Moeldoko kemudian menerjuni banyak kegiatan, salah satunya bertani.

Pada 10 April 2017, Moeldoko terpilih sebagai ketua umum HKTI periode 2017 hingga 2020 pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) HKTI di Balai Kartini, Jakarta. Moeldoko menggantikan ketum HKTI sebelumnya yakni Mahyudin yang mengundurkan diri.

Usai pelantikannya sebagai KSP, malamnya Moeldoko menyempatkan diri hadir di Sekretariat HKTI di Jalan Cokroaminoto, Jakarta Pusat. Hari itu segenap pengurus HKTI mengadakan syukuran kecil dan tumpengan atas kepercayaan yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada Ketua Umum HKTI Moeldoko masuk jajaran kabinet.

Mengenakan kemeja putih dan bercelana hitam, sekitar pukul 19.00 WIB ketua umum HKTI tiba di sekretariat. Ia langsung menuju ruang rapat di mana telah berkumpul hampir semua pengurus organisasi petani itu. Pria yang juga akrab disapa Panglima TANI itu kemudian menyalami satu per satu semua orang di ruang tersebut.

Kepada pengurus HKTI, Moeldoko memberikan bebarapa arahan. Pertama, ia akan tetap bersama HKTI seraya menajalankan tugas KSP. Kedua, untuk menjalankan organisasi secara teknis akan menunjuk Ketua Harian HKTI. Ketiga, sebagai ketum ingin selalu dekat dengan petani dan organisasi HKTI diharapkan tetap membawa misi dan visinya memakmurkan petani.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan pemotongn tumpeng oleh Ketua Umum Moeldoko kepada Sekjen Bambang Budi Waluyo. “Ini soal tanggung jawab,” kata Moeldoko saat menyerahkan tumpeng kepada Bambang yang disambut tawa hadirin.

Acara lalu ditutup dengan pembacaan do’a tasyakuran oleh Brigjen (Pur) Ali Imron. Setelah ramah tamah dan menandatangani sejumlah surat dan dokumen, Moeldoko kemudian meninggalkan sekretariat HKTI sekitar pukul 21.00 Wib.

Moeldoko sangat mencintai petani
Siap bertugas sebagai KSP

Moeldoko menegaskan, siap melaksanakan tugas barunya sebagai KSP secara profesional. Dia menjelaskan, salah satu tugas KSP adalah menyelesaikan masalah yang terjadi dalam pelaksanaan program-program prioritas nasional, termasuk juga percepatan untuk pelaksanaannya.

“Tugas saya adalah bagaimana mengakselerasi program-program itu agar cepat mencapai hal yang diinginkan,” ujar mantan Panglima TNI ini.

“Tadi (saat sertijab) Pak Teten Masduki sudah memberikan beberapa hal untuk bisa dikonsolidasikan berikutnya, terus diakselerasi,” ujar Moeldoko.

Sebagai KSP, Moeldoko akan mengkoordinasi lima deputi yakni deputi bidang pengelolaan dan pengendalian program prioritas nasional, deputi bidang kajian dan pengelolaan isu-isu sosial, ekologi dan budaya strategis, dan deputi bidang kajian dan pengelolaan isu-isu ekonomi strategis.

Dua deputi lainnya adalah bidang komunikasi politik dan diseminasi informasi, dan deputi bidang kajian politik dan pengelolaan isu-isu hukum, pertahanan, keamanan dan HAM.

“Saya pikir dengan lima deputi saja sudah cukup kuat untuk bagaimana melihat kinerja di kementerian, istilah kita monitoring. Setelah itu dari beberapa deputi akan bisa memberi masukan yang baik,” jelasnya.

Moeldoko dan Teten Masduki
Melalui pesan WA

Moeldoko menceritakan ‘kehebohan’ bersama istrinya ketika mengetahui ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Kepala Staf Kepresidenan. Pemberitahuan tentang Moeldoko dilantik jadi KSP rupanya sudah disampaikan melalui pesan singkat sejak pukul 23.45 WIB. Tetapi, ia baru mengetahuinya sekitar pukul 02.30 WIB pagi tadi.

“Pagi tadi saya tanya (Teten) tapi tidak dijawab. Akhirnya istri saya kelabakan. Harus pakai seragam nasional kan,” ujar Moeldoko sambil tertawa.

Kendati demikian, Moeldoko mengaku menikmati proses itu. Mantan Panglima TNI ini pun menuturkan, ia beberapa kali telah berkomunikasi dengan Presiden Jokowi dan sama sekali tidak mengetahui waktu penentuannya.

“Kalau tentara mengenal istilah lima menit terakhir. Jadi situasi lima menit terakhir itu menentukan,” ucapnya.

Moeldoko hampir tidak pernah terpantau hadir di Istana sebelumnya. Ia sempat terlihat ketika menghadiri pernikahan putri Jokowi, Kahiyang Ayu beberapa waktu lalu. Wakil ketua dewan pembina Partai Hanura ini bahkan dipercaya menjadi perwakilan keluarga Jokowi untuk memberi sambutan.(mc)

Seorang penulis dan blogger dengan sudut pandang yang banyak dibilang “mbeling”, sekaligus seseorang yang berobsesi untuk menjadi pengusaha dengan jalan ilahiah dan rosulillah

Previous

Next

Submit a Comment

Your email address will not be published.