Kiamat Sebagai Batas Perang

Kiamat Sebagai Batas Perang

“Iblis menjawab, ‘beri tangguhlah aku sampai waktu mereka dibangkitkan. Allah berfirman, ‘sesungguhnya engkau termasuk mereka yang diberi tangguh,” (Qs Al-A’raf : 14-15)

Dalam sebuah riwayat yang sampai buku ini saya tulis saya belum menemukan perawinya, dikatakan bahwa sebelum Kiamat terjadi Iblis akan mendatangi pusara Nabi Adam As. Disanalah katanya Iblis akan bersujud kepada Adam As. Lalu perang usai dan Kiamat akan terjadi. Karenanya, banyak yang berfikir, sebelum Iblis melakukan itu, tak mungkin Kiamat datang. Tetapi masalahnya, apa kita tahu bahwa Iblis sudah bersujud atau belum? hayoo..

Untuk itu, marilah kita muliakan diri kita dengan mempersiapkan segala sesuatunya. Allah berpesan dalam Al-Qur’an seperti doa seorang muslim seperti ini, “Dan jangalah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan. Yaitu di hari harta dan anak laki-laki tidak berguna. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (Qs Asy Syuro : 87-89)

1. Nama lain Kiamat
Kiamat adalah satu peristiwa yang sangat dahsyat, sehingga Allah memberikan banyak nama seperti sifat yang dimilikinya. Semua makhluk akhirnya dimusnahkan, termasuk Izrail harus mencabut nyawanya sendir setelah tugas mencabut nyawa selesai.

Inilah nama-nama hari kiamat tersebut. (1) Hari kejadian dahsyat (yaumus sa’ah). Hal ini terurai pada surah Ar Rum : 55, 12 dan 14. Juga Qs Ghafir : 46. (2) Hari ditiup sangkakala (yauman Nafkhah). Yang terurai pada Al Qur’an surah An-Naml : 87. (3) Hari Goncangan (Yaumal Zalzalah) Hal ini terura pada Qs Zalzalah: 1 dan Al Hajj : 1. (4) Hari Digundangkan (yaumur Rajifah). Sebagaimana dilansir dalam Qs An Naziat : 6). (5) Hari berturut-turut (Yaumar Radifah). Sesuai dengan Qs An-Nazi’at : 7. (6) Hari tiupan sangkakala (yauman Naqur). Qs Al Mudatsir : 8. (7) Hari yang menggemparkan (yaumul Qari’ah). Qs Al-Qari’ah : 1-5. (8) hari kembali (yaumun Nusyur). Qs Al Baqarah : 259. (9) Hari keluar dari kebangkitan (yaumul Khuruj). Qs Al Ma’arij : 43 dan Qs Qaaf : 42). (10) Hari penghimpunan (yaumul Hasyr). Qs Al A’raf : 111), Qs Al Ahqaf : 6, Qs Qaaf : 44. (11) Hari menghadap (Yaumul ‘Aradh. Qs Al Haqah : 18, Qs Al kahfi : 48. (12) Hari Perpisahan (yaumumat Tafaruq. Qs Ar-Rum : 14-16, Asy Syura : 7. (13) Hari kejutan (yaumul Faza’. Qs Al-Anbiya’ : 103. (14) Hari Penyesalan (yaumul Hasrah). Qs Maryam : 39. (15) Hari Tipu Daya (yaumut Taghabun). Qs At-Taghabun : 9. (16) hari Abadi (Yaumul Khulud). Qs Qaaf : 34. 917) Hari Pengawasan (yaumul Mirshad). Qs Al-Fajr : 14. (18) Hari Seruan (Yaumut Tanad. Qs Ghafir : 32-33. (19) Hari Berpisah (yaumul Firaq). Qs Qiyamah : 26-30.

Sebenarnya masih banyak lagi nama lain dari Hari Kiamat yang tak terbayangkan seperti apa kejadiannya. Mungkin pembaca sempat menonton Film 2012 yang mengisahkan tentang hari Kiamat. Tetapi saya yakin akan lebih dari sekedar seperti itu. Tak bisa dibayangkan kejadiannya. Semoga kita ditakdirkan untuk tidak menemuinya. Amin

2. Ciri Kiamat
Berbicara tentang Iblis tentu sangat terkait dengan batas atau deadline pembuatan film kolosal Allah Swt. Yaitu suatu masa yang disebut dengan Kiamat tadi.

Rasulullah Saw bersabda : “Kiamat tidak akan terjadi sebelum kelihatan 10 macam tanda. Yaitu (1) Adukhan, asap atau kabut tebal yang menyelimuti dunia (2) Dajjal, bahaya besar yang belum pernah ada sejak Nabi Adam As (3) munculnya Dabbah, hewan mela ta di atas bumi (4) Matahari terbit dari Barat (5) turunnya Isa Al masih (6) Ya’juj Ma’juj, dikeluarkan Allah dari penghalang yang dulu dibangun Dzul Qarnain (7) Gerhana Timur (8) Gerhana di barat (9) Gerhana di wilayah Arab (10) Api menyala di Yaman menghalau umat manusia ke mahsyar.” (HR Imam Muslim melalui Hudzaifah bin Asidil Ghifari ra)

Pembaca, hampir semuanya telah ada dari ciri tersebut. (1) Adhuhan, kebakaran hutan sangat sering terjadi. Sehingga dunia menjadi panik karena lapisan ozon telah bolong. (2) Dajjal yang dikiaskan dengan tindak angkara murka. Dia memiliki surga dan neraka. Surga bagi yang ikut dengannya, dan nereka bagi yang membangkang kepadanya. Ini sudah ada dimana-mana. (3) Hewan melata sudah banyak muncul di berbagai daerah dan belahan dunia ini. Mereka adalah yang menyerang tanaman dan nantinya juga akan memakan manusia. (4) Matahari terbit dari barat, budaya sudah sejak lama dikuasai oleh Barat. Ini sudah bukan rahasia umum lagi, tetapi rahasia yang sangat umum. (5) Turunnya Isa Al Masih, tinggal menunggu waktu. (6) Ya’juj Ma’juj tinggal menunggu tidak ada orang yang memanggil orang shalat dengan adzan. Maka saat itulah terbongkarlah ikatannya. Dia akan lepas dan menguasai dunia. (7) dan seterusnya silakan pembaca menyusurinya di beberapa kitab atau browsing di internet. Sangat menakutkan dan sungguh sudah sangat dekat. Tidak percaya? silakan dijelajahi sendiri.

Ciri lain hari kiamat
a. Teknologi dijunjung dan prostitusi terang-terangan
“Sesungguhnya tanda-tanda datangnya hari kiamat adalah dipuja-puja ilmu pengetahuan, tetapi kebodohan (agama) tetap merajalela, arak diminum, prostitusi terang-terangan, dan jumlah wanita lebih banyak disbanding pria (Hadits)
b. Harta dihalalkan
c. Amanah terabaikan
d. Zakat dibisniskan
e. banyak orang belajar tanpa agama
f. Laki-laki patuh pada wanita
g. banyak orang rurhaka dan mereka dihormati karena kejahatannya
h. Jual beli tidak laku
i. Jarang hujan
j. Ghibah dan Riba merajalela
k. Anak-anak berzina
l. Syiar kemungkaran lebih besar
m. Islam hanya sebutan
n. Al Qur’an hanya dibaca
o. Masjid tidak untuk berdzikir
p. Ulama menimbulkan fitnah
q. Ilmu agama lenyap
r. Sedekah tidak berlaku
s. Orang tua diperintah anaknya
t. Budaya salam tidak laku
u. Tidak memasalahkan uang halal atau haram
v. Uang halal sulit dan saudara tidak bisa dipercaya, Dan ciri lain yang belum sempat kami uraikan disini.

3. Tugas Iblis Selesai
“Turunlah engkau dari surga itu, karena engkau tidak sepantasnya menyombongkan diri di dalamnya. Maka keluarlah, sebab sesungguhnya engkau termasuk orang-orang yang hina. Iblis menjawab, ‘Beri tangguhlah aku sampai waktu mereka dibangkitkan.’ Allah berfirman, ‘sesungguhnya engkau termasuk mereka yang diberi tangguh.’ Iblis menjawab,‘ Karena Engkau telah menghukum aku tersesat, maka aku benar-benar akan menghalang-halangi mereka dari jalan Engkau yang lurus.” (Qs Al A’raf : 13-16)

Ketika datang Hari Kiamat yang banyak dibahas dalam Al-Qur’an surat Al Qiyamah, Al Qari’ah, Al Ghatsiyah, Al Waqiah dan beberapa surat lainnya, semua makhluk dimatikan oleh Allah. Malaikat pencabut nyawa akan sangat sibuk pada saat itu. Dan tragisnya, seperti diurai di depan, ia pun harus mencabut nyawanya sendiri. Luar biasa kekuasaan Allah yang sangat mutlak.

Berdasarkan surat Al A’raf di atas, Iblis akan selesai melaksanakan tugasnya sebagai pemeran antagonis yang sangat dibenci manusia. Yaitu ketika Hari Kiamat telah tiba. Selanjutnya masing-masing aktor dan aktris mulai mencicipi pembagian honor atas peran yang dilakoninya. Barangsiapa yang berhasil melaksanakan peran sesuai dengan naskah Allah dengan tulus dan penuh rasa syukur kepada-Nya, niscaya honor yang diterimanya akan sangat menyenangkan. Sebaliknya, bagi yang melenceng dari naskah, mereka tidak mendapatkan apa-apa kecuali murka Allah SWT. Selanjutnya sudah bisa dibayangkan dimana mereka akan ditempatkan.

Kita tidak tahu dan tidak akan pernah tahu bagaimana perlakuan Allah terhadap Abu Thalib, paman Rasulullah Saw. Beliau sungguh luar biasa dalam membantu, menolong dan menjaga Rasulullah selama memperkenalkan dan menyebarkan Islam. Jiwanya sering dijadikan taruhan serta jaminan atas keselamatan keponakannya. Dan Abu Thalib diklaim oleh sebagian besar umat Islam, masih musyrik.

Padahal kalau Allah mau, sangat mudah untuk memberikan petunjuk kepada Abu Thalib yang sangat berjasa itu. Tetapi mengapa Allah tidak melakukannya? Ada apa dengan Allah? Nah, sama halnya dengan Iblis yang selama proses pembuatan film terus dibenci oleh umat yang lain. Dengan datangnya Hari Kiamat, selesailah sudah tugasnya. Dan hanya Allah Yang Maha Mengetahui yang benar-benar tahu. Bahwa di beberapa ayat dan hadits dinyatakan Iblis masuk neraka dan disiksa, menurut saya itu adalah konsumsi awam. Insya Allah untuk kalangan khusus yang terpilih tidak seperti itu. Mohon maaf bila ada yang tidak berkenan. Ini asumsi saya berdasarkan logika-logika yang terpapar di buku ini. Iblis adalah mitra kita, sparing partner kita untuk menjadikan kita unggul dan the best product seperti yang diinginkan oleh Allah Swt.

“Kuntum khairan ummtain ukhrijat linnas. Ta’muruna bil ma’ruf, wa tanhauna ‘anil munkari, wa tu’minuna billah,” Kalian adalah umat (product) terbaik Allah yang pernah dikeluarkan. Yang mengajak kebaikan, mencegah kemungkaran dan beriman kepada Allah.

4. Telanjang di Padang Mahsyar
“Dan mereka akan dibawa ke hadapan Tuhanmu dengan berbaris. Sesungguhnya kamu datang kepada Kami, sebagaimana Kami menciptakan kamu pada kali pertama. bahkan kamu mengatakan bahwa Kami sekali-kali tidak akan menetapkan bagi kamu waktu (memenuhi) perjanjian. Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang tertulis di dalamnya. Dan mereka berkata : ‘Aduhai celakalah kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak pula yang besar, melainkan ia mencatat semuanya. Dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang pun.” (Qs Al kahfi : 48-49)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud, ia mengatakan bahwa manusia dikumpulkan pada hari Kiamat dalam keadaan lapar, haus, tidak berpakaian, dan keletihan. Barangsiapa yang ketika di dunia sering memberi makan karena Allah, maka Allah akan memberinya makan. Barangsiapa yang ketika di dunia sering memberi minum karena Allah, maka Allah akan memberinya minum. barangsiapa yang ketika di dunia sering memberi pakaian karena Allah, maka Allah akan memberinya pakaian. Barangsiapa yang berbuat amal kebaikan karena Allah, maka percayalah bahwa Allah akan memberikan kenikmatan pada hari itu (HR Muslim)

Allah berfirman dalam Al-Qur’an, “….Yaitu hari (yang pada waktu itu) pada saat ditiup sangkakala, lalu kamu (bangkit hidup) serta datang berkelompok (ke padang Mahsyar) (Qs An-Naba’ : 18)

Dari ayat tersebut kemudian Mu’az bin Jabal memohon penjelasan dari Rasulullah Saw. Lalu Rasulullah menjawab, “Wahai Mu’az bi Jabal, sesungguhnya engkau menanyakan masalah yang sangat besar.” Kemudian air mata Rasul mengalir sambil bersabda, “Manusia dari kalangan umatku akan dikumpulkan dalam sepuluh golongan. Allah membedakannya antara satu dengan lainnya dengan mengubah rupa mereka. (1) Ada yang menyerupai kera. (2) Ada yang diubah seperti babi. (3) Ada yang kakinya di atas kepala di bawah. (4) Ada yang buta dan terusir. (5) Ada yang buta dan tuli tanpa dapat memahami apa-apa. (6) Ada yang mengunyah lidah mereka sendiri yang terjulur hingga ke dada mereka, sedangkan air liur mengalir deras dari mulut mereka. (7) Ada yang buntung tangan dan kakinya. (8) Orang yang dipanggang di atas api. (9) Ada berbau busuk, lebih busuk daripada bangkai. (10) Ada yang memakai pakaian labih dari minyak ter.

(1) Orang yang menyerupai kera adalah orang yang suka menceritakan keburukan orang lain (Ghibah). (2) Orang yang seperti babi adalah orang-orang yang makan makanan haram. (3) Orang yang kepalanya dibawah dan kaki di atas adalah orang-orang yang memakan riba. (4) Orang yang buta adalah mereka yang melakukan kedzaliman dalam menjatuhkan hukuman kepada orang lain selama masa hidup di dunia. (5) Orang yang tuli danbisu adalah mereka yang merasa kagum dengan amal perbuatannya sendiri. (6) Orang yang mengunyah lidahnya sendiri adalah para ulama dan hakim yang perkataannyaberbeda dengan perbuatannya. (7) Orang yang buntung kaki tangannya adalah orang yang suka menyakiti tetangga. (8) Orang yang dipanggang di atas api adalah orang yang suka mengadukan perkara manusia kepada pemerintah. (9) Orang yang berbau lebih busuk dari bangkai adalah mereka yang selalu menuruti hawa nafsu syahwat dan kesenangan serta tidak menunaikan hak Allah dan harta benda mereka. (10) Orang yang memakai pekaian labuh dari minyak ter adalah orang-orang yang angkuh lagi menyombongkan diri.” (HR Muslim)

Pembaca, selama masih berada di dunia ini kita boleh memilih dari kesepuluh orang itu atau tidak sama sekali. Kalau saya ingin sekali dan terus berusaha untuk tidak sama sekali masuk ke dalam golongan orang 10 tadi. Bagaimana caranya adalah dengan terus belajar, memahami dan terus menuju ke arah takwa sebagaimana yang diinginkan oleh Allah Swt. Insya Allah dengan cara itu saya dan pembaca akan bisa terhindar dari mereka. Amin.

Oh iya, pembaca jangan pernah berfikir karena di padang Mahsyar nanti semuanya pada telanjang, terus mereka saling melihat. Apalagi sampai berfikir “Wah gede banget punya dia,” jangan ya?! ini jawabannya.

Muslim meriwayatkan sebuah hadits dari Aisyah ra, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, “Manusia akan dikumpulkan pada hari Kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang, dan tidak berkhitan.” Aku barkata, ‘Wahai Rasulullah, kalau begitu kaum laki-laki dan wanita bisa saling memandang satu sama lainnya?” Beliau menjawab, “Wahai Aisyah, urusan pada hari itu sangat dahsyat dari sekedar saling memandang satu sama lainnya.”

Bahkan Tarmidzi meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Abbas ra, Nabi Saw bersabda, “Kamu akan dikumpulkan tanpa beralas kaki, telanjang dan tidak berkhitan.” Seorang wanita berkata, “Mungkinkah sebagian kita memandang aurat sebagian yang lain?” Beliau menjawab, “Wahai Fulanah, bagi setiap orang pada hari itu ada perkara yang cukup membuat mereka sibuk dengan urusan dirinya.” Dan Tarmidzi mengatakan bahwa hadits ini shahih.

5. Mereka Yang Bersinar Seperti Matahari
Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa di padang Mahsyar nanti akan ada sekelompok orang yang memncarkan sinar lebih terang dari Matahari. Tantu saja ini sangat menyilaukan mata. Saya hanya akan membahas sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan saya disini. Yaitu kelompok orang yang wudhunya bagus.

Dalam sebuah hadits Rasulullah Saw bersabda, “Awalu man yuhasabu min abdi fi yaumil qiyamati Ash shalah,” Yang pertama kami dihitung (dihisab) bagi umatku di Hari Kiamat adalah shalat. Sementara tidak ada shalat tanpa wudhu. Dan sebaik-baik seorang mukmin adalah yang wudhunya bagus dan selalu menjaga wudhu.

Untuk menjaga wudhu terus menerus, memang saya mengalami kesulitan. Tetapi kalau saya sedang di rumah atau tidak sedang bersepatu, akan saya coba untuk melaksanakan nasehat leluhur Sumbawa NTB. Yaitu “Shalat No Putis, Wudhu No batal,” Shalat (ingat Allah) tak terputus dan wudhu yang tak pernah batal.

Kalau di kantor atau pada saat sedang dalam pertemuan atau kondisi yang sangat tidak mungkin saya berwudhu, saya hanya bisa beristghfar. Tetapi kalau saya sedang mampu untuk melakukannya, insya Allah saya akan terus berusaha suci dari hadats kecil. Saya pun merasakan betapa baru mengamalkan yang demikian itu saja sudah begitu banyak manfaat hadir kepada saya. Ketenangan, kenikmatan mencintai-Nya, suasana haru mengingat-Nya dan kemudahan serta terkabulnya setiap permintaan yang saya ajukan kepada-Nya. Subhanallah, luar biasa. Mungkin inilah salah satu yang dipesankan Ustadz Ikram pada pertemuan saya dengan beliau tahun 2009 lalu. Pesan ini disampaikan di hadapan muridnya yang lain. Yaitu, “Barangsiapa takut kepada Allah, maka makhluk akan takut kepadanya. barangsiapa taat kepada Allah, maka makhluk akan taat kepadanya.” Wallahu a’lam

Cara wudhu yang mendatangkan cahaya
Rukun adalah sesuatu yang harus ada. Dan bila tidak ada, maka sesuatu itu tidak akan sah hukumnya. Rukun Wudhu hanya ada 6, yaitu :

1. Niat (menyengaja berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil, karena Allah taala)
2. Membasuh Muka (menyiram dan menggosok muka)
3. Membasuh kedua tangan sampai siku
4. Mengusap kepala
5. Membasuh kedua kaki sampai mata kaki
6. Tertib (berurutan, tidak boleh dibolak balik)
Pelaksanaan wudhu
1. Sebelum menyentuh air membaca doa :

“Allahumaghfir li danbi wawasi’li fi daari wa barikli
fi rizqi” Ya Allah, ampunilah dosaku, perluaskah
pergaulanku dan berkahilah rejekiku. Amin.

2. Kemudian membaca doa agar air yang digunakan adalah air suci
“Allahuma thahuru hadzal ma’i,” Ya Allah, sucikanlah air ini.
3. Berniat untuk wudhu (bisa diucapkan atau dalam hati saja, atau bermaksud wudhu menghilangkan hadats kecil karena Allah taala)

“Nawaitu wudhu’a liraf’il hadatsil asghari fardha lillahi ta’ala,” Saya berniat wudhu untuk menghilangkan hadats kecil, wajib karena Allah Ta’ala.

4. Disunatkan mencuci tangan, membersihkan hidung, berkumur dan bersiwak (membersihkan gigi), kemudian membasuh muka sambil membaca :

“Allahuma bayidh wajhi yauma taswada fihil wujuh, wala tusud wajhi yauma tabyadhu fihil wujuh,” Ya Allah, putihkanlah wajahku pada saat Engkau hitamkan wajah wajah orang yang Kau hitamkan. Dan janganlah Engkau hitamkan wajahku, pada saat Engkau memutihkan wajah orang-orang yang Kau putihkan.

5. Membasuh kedua tangan

Tangan kanan 3 X sambil membaca :
“Allahuma’thini kitabi biyamini walhuladi wahasibni hisaban yasira,” Ya Allah, berikanlah kitabku dengan tangan kananku, dan mudahkanlah perhitunganku.

Membasuh tangan kiri 3 X sambil membaca :
“Allahuma la tu’thini kitabi bi syimali wala taj’alha maghlulatan ila ‘unuqi waaudzubika min muqatha ani niran,” Ya Allah, janganlah Engkau berikan kitabku dengan tangan kiriku. Dan janganlah Engkau jadikan belenggu kepada tengkukku. Dan aku berlindung kepada-Mu dari terputusnya rahmat-Mu.

6. Mengusap kepala dengan air sambil mambaca
“Allahuma ghatsani birahmatika wa’afwaka wabarakatika,” ya Allah, basuhlah (dosaku) dengan rahmat-Mu, ampunan-Mu dan berkah-Mu.

Diteruskan dengan membersihkan telinga dan tengkuk sampai ke leher.

7. Membasuh kedua kaki sampai dengan mata kaki, sambil membaca :

“Allahuma tsabitni ‘ala shirathi yauma tazalu fihil aqdam waj’al sa’id fima yurdhika anni,” Ya Allah, tetapkanlah aku atas jalan yang pada hari di dalamnya sangat utama. Dan jadikanlah kebahagiaan menyelimutiku atas ridha-Mu.

8. Berdoa sesudah wudhu :

“Asyhadu anla ilaha illallah wahdahu la syariika lah. Wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuuluh. Allahumaj ‘alni minattawabiina waj’alni minal mutathahiriina, waj’alni min ibaadikash shalihiin,” Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Tuhan Yang Maha Tunggal dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Alla, jadikanlah saya termasuk golongan orang-orang yang bertaubat, dan jadikanlah saya termasuk golongan orang-orang yang menucikan diri, dan jadikanlah saya termasuk golongan orang-orang yang shalih.

9. Membaca Al-Qur’an Surat Al Qadar empat kali dengan maksud untuk mendapatkan ampunan. Bacaan pertama ampunan untuk dosa kepala sampai leher. Bacaan kedua, ampunan untuk dada sampai pusar. Bacaan ketiga, ampunan untuk pusar sampai kemaluan. Dan bacaan keempat, ampunan untuk di bawah kemaluan sampai ujung kaki.

10. Selanjutnya memperhatikan untuk mengulang masing-masing rukun 3 kali dan melaksanakan amalan sunah. Yang disunahkan dalam wudhu antara lain, (1) membaca basmalah sebelum berwudhu. (2) Membersihkan tangan dan jari-jari. (3) Membersihkan kotoran pada hidung. (4) Berkumur dan kalau bisa bersiwak atau sikat gigi. (5) Tidak berkata-kata saat berwudhu. (6) Berdoa setelah wudhu, dan amalan sunah lainnya.

Ada empat hal yang tidak dapat diketahui nilainya, kecuali dengan empat hal lain. Yaitu (1) nilai kehidupan tidak dapat diketahui oleh orang yang mati. (2) Nilai kekayaan tidak dapat diketahui oleh orang yang fakir. (3) Nilai kesehatan tidak dapat diketahui oleh orang yang sakit. (4) Nilai masa muda tidak bisa diketahui oleh orang yang sudah tua.

Sahabat Umar Bin Khatab ra, berkata, “Hisablah diri kalian sebelum dihisab, dan timbanglah amal kebaikan kalian sebelum kelak ditimbang (Umar bin Khatab). Mari kita laksanakan nasehat yang sangat baik tersebut, demi keselamatan dan kebahagiaan kita di dunia ini dan di akhirat kelak.

Jadi Kiamat adalah batas perang kita melawan Iblis dan tentaranya. Disana tinggal hitung-hitungan, apakah kita akan beruntung atau tekor dalam menjalani bisnis selama di dunia. Mari kita ikuti petuah dari sesepuh Jawa, “Sak beja-bejane wong kang lali, luwih bejo wong kang eling lan waspada,” Seberapa pun beruntungnya orang yang lupa, lebih beruntung orang yang ingat dan waspada,” Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang yang senantiasa ingat kepada Allah dan melaksanakan perintah-Nya, serta dimampukan untuk menjauhi larangan-Nya. Amin

6. Beberapa Perbuatan Yang Menyelamatkan
Mudah-mudahan saya dan juga pembaca termasuk yang ingin tahu perbuatan apa saja yang bisa menyelamatkan kita pada hari Kiamat dan sesudahnya. Tentu saja bukan hanya ingin tahu, tetapi juga ingin melaksanakan sebisa mungkin.

Adapun perbuatan-perbuatan yang bisa menyelamatkan kita di akherat adalah (1) Suka memberikan keringanan kepada sesama muslim. “Barangsiapa memberi keringanan kepada sesama muslim dari kesusahan dunia, niscaya Allah akanmemberikan keringanan dari kesusahan-kesusahan di Hari Kiamat.” (HR Muslim)

(2) Haji yang mabrur, (3) Silaturahim (4) Sedekah yang dirahasiakan (5) Akhlak terpuji kepada sesama manusia. (6) Rasa takut kepada Allah Swt, (7) baik sangka kepada Allah Swt, (8) shalat yang ditegakkan. (9) perangai yang suka bergaul dengan orang lain dengan baik. (10) Suka menolong orang lain.

(11) memberikan penangguhan kepada orang yang susah dan melunaskan hutangnya. “Barangsiapa yang memberikan kepalapangan kepada orang yang berhutang, maka baginya pada setiap hari diberi kelapangan dalam timbangan amal seberat Gunung Uhud selagi ia tidak menuntut hutang itu.” (Hadits ari Anas bin malik)

(12) Masuk dalam golongan orang yang mendapat naungan Allah. “Ada tujuh golongan manusia yang kelak akan dinaungi oleh Allah di hari tidak ada naungan selain naungan Allah : (a) Pemimpin yang adil, (b) seorang pemuda yang senantiasa beribadah kepada Allah, (c) Seseorang yang hatinya senantiasa terpaut dengan masjid, (d) Dua orang yang saling mencintai karena Allah keduanya bertemu dan berpisah karena Allah. (e) Seorag lelaki yang diajak serong oleh seorang wanita yang memiliki kedudukan dan rupawan untuk melakukan perzinaan tetapi dirinya berkata, ‘ Saya takut kepada Allah.’ (f) Seorang yang memberi sedekah tetapi dirahasiakannya seolah-olah tangan kanannya tidak tahu apa yang diberikan tangan kirinya. Dan (g) Seorang yang selalu berdzikir kepada Allah di waktu sunyi hingga air matanya mengalir dari kedua matanya.” (Hadits dari Abu Hurairah)

Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang yang mendapatkan perlindungan itu. Caranya ya berjuang agar bisa menjadi orang tujuh tadi. Untuk itu, salah satu teknis adalah dengan meminta dan memohon kepada-Nya sehingga kita mendapatkannya. Terus dan terus memohon, insya Allah diberi. “Ud’uni astajib lakum,” Mintalah kepada-Ku niscaya akan kuberikan (Qur’an)

Seorang penulis dan blogger dengan sudut pandang yang banyak dibilang “mbeling”, sekaligus seseorang yang berobsesi untuk menjadi pengusaha dengan jalan ilahiah dan rosulillah

Previous

Next

Submit a Comment

Your email address will not be published.